Wah wah udah lama banget ga nulis tutorial, berarti ilmunya blum nambah2 nih... payah.... Yuk kita saling sharing lagi, cekidot.
Mungkin ente sering mengunjungi website yang mengharuskan ente daftar kemudian login untuk dapat masuk kedalamnya. Malahan saking banyak-nya website seperti itu yg ente kunjungi, al hasil sampe lupa username n passwordnya karena kelamaan ga buka2 lagi. Karena issue itu, para developer mencari cara bagaimana memudahkan user untuk melakukan login, salah satunya dengan menggunakan account Facebook untuk login ke website.
Seberapa hebat sih metode ini ?? Jika selama ini kita harus masukkan username n password untuk login ke website yg dituju, dengan menggunakan metode ini, maka cukup dengan sekali klik, otomatis anda sudah login jg ke website yg bersangkutan, dengan catatan ente pada posisi sudah login di Facebook, tapi jika blum login di Facebook, otomatis engine akan meminta ente untuk login dulu. Sebagai contoh yang
pernah ane bikin di sini. Dan berikut langkah-langkahnya :
1. Punya Account facebook (ini syarat utama... hehehe).
2. Pastikan email yg anda gunakan untuk mendaftar di Facebook dan di website yang dituju, harus sama (karena kita akan menggunakan field email ini untuk comparasi).
3. Buat aplikasi baru di Facebook, pada posisi ini ane anggap ente sudah bisa membuat aplikasi di Facebook yang paling sederhana, klo blum, coba cari tau gimana cara bikin aplikasi di Facebook.
4. Masukkan script berikut di folder tempat aplikasi Facebook ente.
Pada tahap ini sebenarnya login menggunakan Facebook sudah selesai, tinggal bagaimana memodifikasi engine login di website ente dengan parameter email yang didapat dari email Facebook. Berhubung setiap programmer memiliki gaya yg berbeda di engine login ini, jd klo ada yg masih bingung, bisa langsung tanya ke ane ya.... bisa via YM, Email or Lewat sini jg boleh.
Selamat mencoba.....
Sedikit cara Optimasi aplikasi web dengan PHP
Sedikit cara untuk meng-optimasi aplikasi website memang sangat2 penting, untuk scala kecil, cara ini sih emang ga bakal ada pengaruhnya, tp klo untuk scala besar, beda 1 per sekian detik aja sangat -sangat membantu, seperti orang bijak bilang, "batu kecil memang tidak melukai, tapi bisa membuat kita tergelincir".
Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat coding PHP :
1. Hindari penggunaan spasi secara berlebihan.
Menghindari penggunaan spasi (atau ) yang berlebihan adalah langkah efisien. Coba anda bayangkan setiap spasi memerlukan 1 byte data, sedangkan setiap tab (\t) juga 1 byte. Ketika kita membuat empat spasi, berarti kita telah menghabiskan 4 byte data. Tentu akan lebih efisien jika hanya menggunakan sebuah tab saja.
2. Penggunaan tipe data Boolean.
PHP mengijinkan Anda menulis tipe data boolean dengan huruf kecil atau besar (case-insensitive). Meskipun demikian, penulisan dengan huruf kecil semua akan lebih cepat dibanding huruf besar. Ini dikarenakan, saat menemukan konstanta, PHP melakukan lookup hash nama konstanta. Misalnya :
if($var == TRUE) { ...... }
akan lebih efisien jika ditulis,
if($var == true) { ....... }
dan akan lebih cepat lagi jika kita menggunakan 1 dan 0 dari pada true and false.
3.Hindari konkatenasi string yang besar.
Pada saat melakukan konkatenasi string, hindari penggabungan dengan string yang ukurannya besar. Ini bisa menghambat eksekusi kode yang sebenarnya bisa ditampilkan dengan cepat. Contohnya seperti berikut:
$title = 'pendek';
$body = '...ini kalimat yang lebih panjang...';
// Konkatenasi string yang besar
echo "Hasilnya: $title\n\n$body";
// Akan lebih baik jika ditulis seperti ini
echo "Hasilnya: $title\n\n";
echo $body;
4. Penggunaan echo() dan print().
Tiga cara yang umum dilakukan untuk mencetak data adalah: echo() dan print(). Apabila untuk mencetak output dengan menggunakan fungsi (konstruksi bahasa) PHP, sebaiknya gunakan echo(), bukannya print(). Meskipun secara garis besar print() dan echo() memiliki tujuan sama, akan tetapi ada beberapa perbedaan esensial yang perlu diperhatikan. Fungsi print() berperilaku seperti fungsi pada umumnya, dan memiliki nilai kembalian (return value) berupa integer 1. Dengan demikian, print() dapat digunakan sebagai bagian dari ekspresi yang lebih kompleks. Sementara itu, echo() mampu menerima lebih dari satu parameter sekaligus,
dan tidak memiliki nilai kembalian.
print 'coba 1';
echo 'coba 1';
// Menggunakan beberapa parameter
echo 'Coba 1', "Coba 2", '...';
Fungsi string echo() akan dieksekusi lebih cepat dibanding dengan print(). Perbedaan ini disebabkan karena fungsi print() akan mengembalikan status (integer) yang menyatakan apakah proses berhasil dilaksanakan atau tidak. Di sisi lain, echo() hanya menampilkan output saja dan tidak mengerjakan apa-apa lagi. Ada pun dalam implementasinya, status nilai kembalian dari penggunaan fungsi string hampir tidak pernah diperlukan.
Konstruksi bahasa echo() juga mengijinkan kita untuk memberikan lebih dari satu string sebagai parameter. Menggunakan beberapa parameter akan lebih cepat dibanding mencampur variabel ke dalam sebuah parameter tunggal. Contohnya seperti berikut:
$a = 'Coba';
$b = 'Lagi';
//mencampur menjadi parameter tunggal
echo 'Harus ' .$a. ' dipahami ' .$b;
//akan lebih cepat
echo 'Say ', $a, ' to ', $b;
5. Mengetahui panjang string.
Biasanya untuk mengetahui panjang karakter dari suatu string adalah dengan menggunakan fungsi strlen(). Untuk tujuan yang sama, sebenarnya ada cara yang dinilai lebih cepat, yaitu menggunakan isset(). Contohnya seperti berikut:
if (strlen($str) < 10) {
echo 'Panjang karakter harus 10 ya';
}
//akan lebih cepat
if (!isset($str{10})) {echo 'Panjang karakter-nya kurang/lebih dari 10 tuh';
}
Seperti halnya kasus echo() dan print(), isset() memerlukan waktu eksekusi lebih pendek karena isset() merupakan konstruksi bahasa.
6. Penggunaan kondisi perbandingan antara variabel dengan konstanta.
Pada saat melakukan konkatenasi string, hindari penggabungan dengan string yang ukurannya besar. Ini bisa menghambat eksekusi kode yang sebenarnya bisa ditampilkan dengan cepat. Contohnya seperti berikut:
$title = 'pendek';
$body = '...ini kalimat yang lebih panjang...';
// Konkatenasi string yang besar
echo "Hasilnya: $title\n\n$body";
// Akan lebih baik jika ditulis seperti ini
echo "Hasilnya: $title\n\n";
echo $body;
4. Penggunaan echo() dan print().
Tiga cara yang umum dilakukan untuk mencetak data adalah: echo() dan print(). Apabila untuk mencetak output dengan menggunakan fungsi (konstruksi bahasa) PHP, sebaiknya gunakan echo(), bukannya print(). Meskipun secara garis besar print() dan echo() memiliki tujuan sama, akan tetapi ada beberapa perbedaan esensial yang perlu diperhatikan. Fungsi print() berperilaku seperti fungsi pada umumnya, dan memiliki nilai kembalian (return value) berupa integer 1. Dengan demikian, print() dapat digunakan sebagai bagian dari ekspresi yang lebih kompleks. Sementara itu, echo() mampu menerima lebih dari satu parameter sekaligus,
dan tidak memiliki nilai kembalian.
print 'coba 1';
echo 'coba 1';
// Menggunakan beberapa parameter
echo 'Coba 1', "Coba 2", '...';
Fungsi string echo() akan dieksekusi lebih cepat dibanding dengan print(). Perbedaan ini disebabkan karena fungsi print() akan mengembalikan status (integer) yang menyatakan apakah proses berhasil dilaksanakan atau tidak. Di sisi lain, echo() hanya menampilkan output saja dan tidak mengerjakan apa-apa lagi. Ada pun dalam implementasinya, status nilai kembalian dari penggunaan fungsi string hampir tidak pernah diperlukan.
Konstruksi bahasa echo() juga mengijinkan kita untuk memberikan lebih dari satu string sebagai parameter. Menggunakan beberapa parameter akan lebih cepat dibanding mencampur variabel ke dalam sebuah parameter tunggal. Contohnya seperti berikut:
$a = 'Coba';
$b = 'Lagi';
//mencampur menjadi parameter tunggal
echo 'Harus ' .$a. ' dipahami ' .$b;
//akan lebih cepat
echo 'Say ', $a, ' to ', $b;
5. Mengetahui panjang string.
Biasanya untuk mengetahui panjang karakter dari suatu string adalah dengan menggunakan fungsi strlen(). Untuk tujuan yang sama, sebenarnya ada cara yang dinilai lebih cepat, yaitu menggunakan isset(). Contohnya seperti berikut:
if (strlen($str) < 10) {
echo 'Panjang karakter harus 10 ya';
}
//akan lebih cepat
if (!isset($str{10})) {echo 'Panjang karakter-nya kurang/lebih dari 10 tuh';
}
Seperti halnya kasus echo() dan print(), isset() memerlukan waktu eksekusi lebih pendek karena isset() merupakan konstruksi bahasa.
6. Penggunaan kondisi perbandingan antara variabel dengan konstanta.
Kita dalam penggunaan kondisi perbandingan antara variabel dengan konstanta seperti ini :
if($var == '4') { .... }, tetapi akan lebih cepat apabila konstanta disebutkan terlebih dahulu,
if('4' == $var) { .... }.
Gimana guys, hal-hal simple bukan ?? Ini hanya beberapa cara sederhana untuk mengoptimasi aplikasi PHP, masih banyak faktor lain yg berpengaruh untuk masalah ini, mulai dari server dan databasenya.
Langganan:
Postingan (Atom)